PERENCANAAN
STRATEGIK RSIA M
PENDAHULUAN
Perencanaan Strategik ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen
yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi
pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat
digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai
10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001 ). Atau definisi lain Perencanaan strategis
adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau
arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk
modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik
analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic,
Social, Technological) atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic,
Ecological, Regulatory).
Sesuai dengan penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa Perencanaan strategis rumah sakit adalah perencanaan yang
digunakan pada manajemen rumah sakit guna melakukan proyeksi atau perubahan
kondisi rumah sakit yang lebih baik di masa depan. Dalam Penetapan Perencanaan
Strategik Rumah Sakit dapat digunakan analisis data dengan metode Analisis
SWOT.
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar). Analisis SWOT merupakan kajian yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan, namun analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. Langkah-langkah untuk menentukan Perencanaan Strategik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar). Analisis SWOT merupakan kajian yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan, namun analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. Langkah-langkah untuk menentukan Perencanaan Strategik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
A. Pengumpulan data
Pada langkah awal dalam penyusunan perencanaan Strategik
yaitu dengan mengumpulkan data mengenai keunggulan dan kelemahan yang terdapat
pada internal RS, yang dapat disebut dengan data internal dan data Keunggulan
serta kelemahan RS pesaing dapat disebut dengan data eksternal. Dimana
Keunggulan RS pesaing dapat dikategorikan menjadi Ancaman untuk internal RS dan
sebaliknya kelemahannya menjadi peluang.
Berikut data yang dapat disimpulkan berdasarkan pendapat
petugas RS M daerah Jakarta Pusat dimana menjadi Data Internal atau RS sasaran
untuk perencanaan strategik sedangkan RS B dengan daerah yang sama sebagai RS
Pesaing dimana data kelebihan dan kekuranganya menjadi data eksternal.
1) Data Internal
a) Keunggulan RSIA M, antara lain :
·
Hubungan pimpinan RS dengan Karyawan baik
·
Jumlah Tenaga Medis memadai dengan kualitas yang baik
·
Mayoritas dokter kandungan merupakan guru besar dari Fakultas
Kedokteran UI
·
Terdapat Prasarana penunjang seperti USG 4 Dimensi pada setiap
Poli Kandungan, laboratorium, Fisiotherapi, radiologi X-ray, Hidrotubasi,
Inseminasi, pemeriksaan TORCH, dan laparaskopi
·
Ketersediaan kelas kamar perawatan rawat Inap, yaitu Ruang
Utama, VIP, dan VVIP
·
Terdapat fasilitas untuk perawatan bayi, yaitu Inkubator (10
buah), Resusitasi table,
·
Petugas melayani pasien dan pengunjung dengan ramah tamah
·
Memiliki pasien yang cukup banyak; rata-rata terdapat 80-100
pasien poli per hari
·
Memiliki kerjasama dengan asuransi kesehatan sehingga dapat
menerima pasien asuransi
·
Telah terakreditasi B
b) Kelemahan RSIA M, antara lain :
·
Tarif pelayanan rata-rata untuk kalangan masyarakat menengah
keatas (tarif mahal)
·
Strategis lokasi kurang karena letak RS terdapat pada area
perumahan
·
Mayoritas perawat masih lulusan SPK
·
Belum tersedia NICU dan PICU untuk kegawatdaruratan bayi
·
Area parkir kurang menunjang dengan jumlah pasien yang banyak;
Area parkir tidak luas
2) Data Eksternal (Pesaing)
a) Keunggulan RSIA B, antara lain :
·
Memiliki pasien yang cukup banyak
·
Sering mengadakan seminar kesehatan ibu dan anak dalam upaya
promosi RSIA
·
Terdapat fasilitas waterbirth
·
Letak strategis; RSIA dekat dengan jalan raya sehingga mudah
dalam jangkauan masyarakat
·
Gedung RSIA cukup baik
b) Kelemahan RSIA B, antara lain :
·
Pelayanan petugas kurang ramah; kepedulian petugas terhadap
pasien kurang karena terdapat keluhan dari beberapa pasien
·
Pelayanan pada admission RS kurang baik
·
Manajemen pelayanan kurang baik
·
Belum terakreditasi
·
Kurang memiliki tenaga ahli medis dokter kandungan dengan
riwayat pendidikan dan pengalaman yang cukup baik
B. Analisis data
Langkah selanjutnya, data yang telah terkumpul tersebut
diatas dapat dianalisa dengan tabel matriks IFAS (internal Faktor Strategik)
dan EFAS (Eksternal Faktor Strategik) sebagai berikut :
1) ANALISA DATA INTERNAL (Faktor
Strategik Internal)
a) Strength
·
RS telah Akreditas B
·
Petugas melayani pasien dan pengunjung dengan ramah tamah
·
Memiliki pasien yang cukup banyak
·
Penunjang fasilitas kesehatan lengkap
·
Memiliki dokter kandungan dengan riwayat pendidikan dan
pengalaman yang baik
b) Weakness
·
Tarif mahal
·
Area Parkir kurang memadai
·
Mayoritas perawat hanya lulusan SPK
·
Lokasi kurang strategis
·
Tidak tersedia NICU dan PICU
MATRIKS IFAS
|
NO
|
FAKTOR STRATEGIS INTERNAL
|
BOBOT
|
RATING
|
SCORE
|
|
Kekuatan (Strength)
|
||||
|
1
|
RS telah Akreditas B
|
0,20
|
4
|
0,80
|
|
2
|
Pelayanan Petugas ramah tamah
dengan pasien
|
0,10
|
4
|
0,40
|
|
3
|
Memiliki pasien yang cukup
banyak
|
0,10
|
3
|
0,30
|
|
4
|
Penunjang fasilitas kesehatan
lengkap
|
0,10
|
2
|
0,20
|
|
5
|
Memiliki tenaga ahli medis dokter
kandungan dengan riwayat pendidikan dan pengalaman yang baik
|
0,15
|
3
|
0,45
|
|
Kelemahan (Weaknesses)
|
||||
|
1
|
Tarif pelayanan mahal
|
0,05
|
2
|
0,05
|
|
2
|
Area Parkir kurang memadai
|
0,10
|
3
|
0,30
|
|
3
|
Mayoritas perawat hanya lulusan SPK
|
0,10
|
3
|
0,30
|
|
4
|
Lokasi kurang strategis
|
0,05
|
2
|
0,10
|
|
5
|
Tidak tersedia NICU dan PICU
|
0,05
|
3
|
0,15
|
|
Jumlah
|
3,10
|
|||
2) ANALISA DATA EKSTERNAL (Faktor Strategik
Eksternal)
a) Opportunity
·
RSIA Belum terakreditasi
·
Pelayanan petugas kurang ramah
·
Pelayanan pada admission RS kurang baik
·
Manajemen pelayanan kurang baik
·
Kurang memiliki tenaga ahli medis dokter kandungan yang memadai
b) Threads
·
Memiliki pasien yang cukup banyak
·
Srategi promosi cukup baik
·
Terdapat fasilitas waterbirth
·
Letak strategis
·
Fasilitas gedung cukup baik
MATRIKS EFAS
|
NO
|
FAKTOR
STRATEGIS EKSTERNAL
|
BOBOT
|
RATING
|
SCORE
|
|
Peluang
(Opportunity)
|
||||
|
1
|
RSIA Belum terakreditasi
|
0,20
|
2
|
0,40
|
|
2
|
Pelayanan petugas kurang ramah
|
0,15
|
2
|
0,30
|
|
3
|
Pelayanan pada admission RS kurang baik
|
0,10
|
2
|
0,20
|
|
4
|
Manajemen pelayanan kurang baik
|
0,10
|
2
|
0,20
|
|
5
|
Kurang memiliki tenaga ahli medis dokter kandungan
yang memadai
|
0,10
|
3
|
0,30
|
|
Ancaman
(Thread)
|
||||
|
1
|
Memiliki pasien yang cukup banyak
|
0,05
|
2
|
0,10
|
|
2
|
Strategi promosi cukup baik
|
0,10
|
4
|
0,40
|
|
3
|
Terdapat fasilitas waterbirth
|
0,05
|
3
|
0,15
|
|
4
|
Letak strategis
|
0,10
|
3
|
0,30
|
|
5
|
Fasilitas gedung cukup baik
|
0,05
|
2
|
0,10
|
|
Jumlah
|
2,45
|
|||
C. Pengambilan Keputusan
Berdasarkan hasil penilaian Matrik
IFAS dan EFAS dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Hasil penilaian pada Matriks IFAS
adalah 3,10 yang berarti kekuatan RSIA M (S) lebih besar dibandingkan
dengan kelemahan (W) RSIA M, dan sesuai analisa tersebut dapat disimpulkan
bahwa S>W
2) Hasil penilaian pada Matriks EFAS
adalah 2,45 yang berarti peluang RSIA M (O) lebih besar dibandingkan
dengan Ancaman (T) untuk RSIA M, dan sesuai analisa tersebut dapat disimpulkan
bahwa O>T
Sesuai hasil analisa diatas, maka
didapatkan perencanaan strategik untuk RSIA M adalah perencanaan strategik
ekspansi. Dimana pihak RSIA M dapat merebut peluang dari RSIA pesaing dan dapat
melakukan rencana perluasan rumah sakit baik berupa fisik RSIA maupun
pelayanan. Menurut pendapat saya untuk menunjang kemajuan pelayanan RSIA M
dapat dilakukan dengan perluasan area parkir sehingga kendala kekurangan tempat
area parkir untuk pasien dapat diatasi, melakukan seminar kesehatan yang
berkaitan dengan kesehatan wanita, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita
guna meningkatkan wawasan pengetahuan masyarakat sekitar terhadap kesehatan dan
promosi RSIA ke masyarakat luas.
DAFTAR PUSTAKA
